Posted by: hermansahtantan on: 28 November 2008
I
Salah satu aporisme hukum besi kapitalisme adanya adanya Tangan Tuhan yang tidak terlihat (invisible hand) dalam proses pengelolaan kesejahteraan manusia. Begitu kira-kira Adam Smith menemukan spiritualitas dari nilai-nilai kapitalisme dalam magnum opusnya “the wealth of nation ”.
Namun sayangnya, beberapa di antara kita menganggap bahwa Tuhan itu sebenarnya sesuatu yang berpusat pada diri manusia sendiri. Sehingga, nilai-nilai kemuliaan dari sebuah sistem kehidupan di mana Tuhan tidak (hanya) bermain dadu tetapi ternyata mengarahkan dadunya langsung, banyak terbukti belakangan ini. Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 27 November 2008
Dengan sponsor Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah, saya melakukan penelitian industri kecil yang keberadaannya sejak awal memang mengelola limbah sisa. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa sektor industri kecil yang bergantung pada moda usaha besar, ternyata sangat rentan ‘hancur’ jika ternyata patronnya juga tumbang. Belum lagi masalah moral hazart yang mendera para pelaku usaha di pabrik besar yang menyebabkan ada potensi kerugian beruntun di kalangan industri. Jika tadinya usaha ini merupakan turunan yang menguntungkan bagi industri besar (manufaktur) karena limbah sisanya masih bermanfaat, pada perjalannya kemudian ternyata tidak selinear itu. Selain itu, hasil riset ini (meski yang ditampilkan sangat ringkasan) bisa memberikan input bagi masalah krisis global saat ini.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 22 November 2008
Atas undangan sebuah lembaga, selama seminggu pada bulan Juli ini saya mengikuti pelatihan yang diberi judul sebagai ”Observation Study Tour…”. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mengenalkan satu moda baru dalam pemberdayaan masyarakat di mana menjadikan masjid sebagai subyek utama pemberdayaan masyarakat. Cita-cita utamanya adalah melakukan transformasi sosial, budaya, ekonomi, dll. dengan membasiskan pada nilai-nilai agama dan masjid sebagai wadahnya, dengan goal perubahan sosial di masyarakat—minimal sekitar masjid.
Posted by: hermansahtantan on: 22 November 2008
Tampilnya puluhan partai politik dalam kontestasi menyongsong Pemilu 2009 di satu sisi memang melegakan. Fakta ini menujukkan bahwa kebebasan untuk berserikat seperti dijamin oleh UUD 1945 terimplementasi dengan baik. Namun di sisi lain, banyaknya partai ini sekaligus juga menunjukkan hal lain, yakni pemahaman apa yang disebut sebagai “politik” ternyata masih banyak kosong bahkan dari mereka yang dikategorikan sebagai ‘pelaku politik’.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 19 November 2008
Catatan:
Beberapa bulan lalu, saya diundang untuk ikut JAMBORE KEBANGSAAN di Papua. Sebuah acara yang ditahbiskan untuk memelihara semangat kebangsaan ini, dihadiri lebih dari 250 orang peserta sebagai wakil dari ratusan elemen kemasyarakatan. Hasilnya, kami mengeluarkan apa yang kami sebut sebagai “DEKLARASI MANOKWARI”. Berikut adalah deklarasinya:
Deklarasi Manokwari
Kami, peserta Jambore Kebangsaan Tahun 2008 di Manokwari, pada hari senin, tanggal 18 agustus 2008, dengan segenap jiwa raga dan kecintaan yang dalam pada Bangsa dan Negara Republik Indonesia menyatakan :
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 6 November 2008
Selamat datang.
Mudah-mudahan, tidak seperti situs lain yang pernah saya miliki, situs ini bisa berumur panjang.
Doakan agar saya memiliki daya tahan yang kuat dengan komitmen ini.
Salam
Tantan
Posted by: hermansahtantan on: 6 November 2008
Saat ini, dengan kecanggihan teknologi, menyadap, mengambil gambar diam-diam, dan sebagainya bisa dilakukan tidak hanya oleh aparat seperti KPK. Salah satunya adalah para jurnalis.
Untuk mengetahuinya, saya mengajukan kepada rekan-rekan milis yang anggotanya banyak sekali jurnalis. Berikut pertanyaannya:
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 6 November 2008
Sejak Amerika menjelang babak akhir yang menentukan, Koran RM itu menjadi semakin menarik bagi saya. Bukan karena berita dengan judul sensasional yang selalu membuat orang melirikkan mata untuk melihatnya, karena itu mah biasa. Namun justru karena ada satu laporan yang ternyata ditulis tiap hari oleh seseorang yang selalu saya kagumi sebagai jurnalis, wartawan, guru, dan sahabat.
Ya, laporan jurnalistik Muhammad Rusmadi ini selalu menarik untuk dibaca.
Posted by: hermansahtantan on: 6 November 2008
Meninggalnya 21 orang dan puluhan orang dirawat kritis di Pasuruan Jawa Timur memang patut disesalkan. Saling lempar kesalahan yang beberapa hari ini banyak diungkap media mulai dari kesalahan muzakki tidak melalui amil, panitia yang tidak antisipatif, dan sebagainya, menunjukkan bahwa kita masih belum memiliki jiwa besar. Sebab seseorang yang berjiwa besar, menurut sebuah nasihat bijak, jika ia kemudian melakukan kesalahan maka yang segera dilakukan adalah melihat cermin; sedangkan mereka yang angkuh dan sombong, jika melakukan kesalahan segera melihat ke jendela.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 6 November 2008
Jadi pegawai BI saja!
(Problematika kesejahteraan, politik moneter, dan Independensi BI)
Perbincangan ini dilakukan selepas magrib. Kebetulan di hadapan saya ada seorang pakar moneter alumni Jerman. Bukan masalah Jermannya yang membuat saya kagum, tetapi analisisnya mengenai mengapa sektor-sektor riil seperti pertanian tidak pernah bisa bangkit di era reformasi. Seperti kita ketahui, BI saat ini sedang didera masalah. Ternyata syahwat independen tersebut justru dibaluti dengan cara-cara tidak elok. BI nyogok dengan uang rakyat, kepada wakil rakyat.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 6 November 2008
Judul di atas bukan tentang tahun 2009. Justru ini membicarakan masa depan Indonesia setelah 2014. Indonesia after SBY era, sangat penting untuk kita diskusikan. Sebab pada saat itu, tokoh-tokoh politisi gaek akan makin kehilangan suaranya. Pemerintahan pun sudah saatnya diambil alih oleh kaum muda.
Mengapa tidak tahun 2009?
Tahun 2009–yang oleh SBY disebut sebagai tahun politik—adalah tahun yang justru sangat menentukan pada lima tahun berikutnya. Pondasi-pondasi ekonomi, politik, birokrasi, dan ketatanegaraan yang saat ini tengah dibenahi, jelas memerlukan tanggapan untuk 2014 nanti. Sehingga tidaklah salah jika kita, kaum muda, harus segera mempersiapkan diri pada saat itu.
Posted by: hermansahtantan on: 7 November 2008
Pertanyaan yang bagus mas tantan. Sering ditanyakan mahasiswa di kelas saya:).
Silakan mas tantan baca semua kode etik jurnalistik, termasuk IJTI dan P3-SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran), yaitu kode perilakunya para broadcaster.
Semua jenis kode etik itu tidak mengizinkan penyamaran dan kamera/microphone tersembunyi, KECUALI:
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 8 November 2008
Akhirnya, Raja Jawa yang bernama Bendara Raden Mas (BRM) Herjuno Darpito yang lahir pada tanggal 2 April 1946, itu pun menyatakan siap maju menjadi calon presiden. Sang Raja yang populer dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X ini, akhirnya tidak tahan untuk kembali bertarung memperbutkan kursi presiden yang sejak tahun 2004 diincarnya. Sekedar mengingatkan, bahwa tahun 2003, melalui Partai Golkar Sri Sultan gagal menunjukkan kemampuannya mengikat simpati dari massa anggota konvensi waktu itu.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 10 November 2008
Sebagai negara yang terus menerus mengembangkan formula yang tepat untuk mengatasi problem utama pembangunan, yakni pertumbuhan ekonomi yang sehat guna mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan, Indonesia perlu terus membuat resep kebijakan yang tepat agar target-target itu bisa dicapai. Salah satu formula yang banyak disetujui oleh para teorisi dunia adalah membangun koalisi strategis antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Atau dengan banyak lain sering disebut sebagai ’relasi sehat antara, Negara, Pasar, dan Masyarakat’ (Yudhoyono, 2004).
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 10 November 2008
Sejak yang disebut era reformasi terjadi di Indonesia, pada sistem politik ketatanegaraan sebenarnya kita sedang mengalami revolusi—bahkan beberapa kali. Hal ini bisa dilihat pada mekanisme dan sistem politik yang berubah secara radikal. Perubahan-perubahan radikal itu bisa dilihat misalnya pada sistem pemerintahan dari sentralistik ke desentralisasi atau otonomi. Kemudian perubahan radikal terjadi pada sistem pemilihan presiden. Tidak membutuhkan 10 tahun, Indonesia merubah sistem pemilihan dari perwakilan menjadi pemilihan langsung. Secara berantai perubahan juga terjadi pada sistem pemilihan kepala daerah yang menganut pola serupa. Bahkan calon independen yang beberapa waktu lalu masih wacana, saat ini rekomendasinya sudah dikeluarkan oleh Mahkamah Konstitusi dan prosesnya tinggal menunggu kecerdasan DPR.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 10 November 2008
Agaknya, permintaan yang diajukan oleh Presiden dalam pidato di hadapan Dewan Perwakilan Daerah pada tanggal 23 Agustus 2007 lalu tidak membuat anggota Dewan berpikir untuk mengkaji lebih cermat mengenai fenomena pemekaran daerah. Bahkan seperti mau bersebrangan dengan pandangan Presiden, anggota dewan justru semakin agresif menandatangani pemekaran daerah ini.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 10 November 2008
Pengantar
Krisis global di Amerika Serikat yang dipicu oleh ketidakjujuran pelakunya bahkan atas sistem yang mereka yakini sendiri, telah menyebabkan negara adidaya tersebut kelimpungan. Banyak para pakar yang membuat sistesis baru mengenai sistem yang inhern di dalamnya nilai-nilai kebaikan. Mungkinkan ekonomi syariah bisa menjadi alternatif? Tulisan berikut mencoba menelusuri jejak mengenai sistem itu, jika kemudian diyakini bisa menjadi alternatif, dalam kekayaan budaya Indonesia.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 11 November 2008
Beberapa bulan belakangan, di layar TV kita disuguhi iklan-iklan politik. Mereka yang merasa tokoh, dan tentu juga punya duit, sengaja menampilkan diri di layar TV untuk menjaring popularitas. Milyaran rupiah digelontorkan demi menyaingi “luna maya”. Maka banyak slogan berhamburan, yang lama-lama membuat saya “enek”.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 13 November 2008
Menyongsong 2014
Dalam situasi politik kepartaian yang oligharkis dan paternalistik seperti yang saat ini banyak kita jumpai, maka mempertaruhkan politik tahun 2014 bisa dalam genggaman kaum muda misalnya, masih dirasakan terlalu berat. Karena itu, jika tidak segera berbenah, bukan mustahil partai-partai besar yang saat ini sedang menikmati kekuasaan akan segera dilibas oleh partai-partai baru yang saat ini sedang merangkak atau merangseg kekuasaan.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 17 November 2008
Pendahuluan
Bagaimanapun, keyakinan para perencana pembangunan untuk menempatkan investasi sebagai aspek utama yang mampu mendorong perekonomian, patut diapresiasi. Akan tetapi tidak cukup sampai di sana, proses investasi harus diberikan pemahaman yang lebih dari sekedar memberikan kenyamanan bagi para pelakunya. Sehingga ketika pemerintah membuat event-event yang mampu mengundang para investor itu ke sini, rakyat akan benar-benar menikmati kesempatan untuk hidup lebih baik.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 22 Januari 2009
test
Posted by: hermansahtantan on: 9 Januari 2009
Kegeraman Presiden SBY atas sikap para pemimpin daerah yang menolak Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat bisa dimaklumi. Sebab hal tersebut dipastikan akan mengganggu berbagai kepentingan nasional yang justru pro rakyat. Terlebih lagi secara substansi, PNM jauh lebih baik daripada program pro rakyat sebelumnya, yang lebih berbentuk charity ketimbang empowerment.
Terlebih lagi jika melihat bahwa alasan dari penolakan adalah bahwa program ini merupakan bentuk kampanye terselubung dari penguasa saat ini untuk melanggengkan kekuasaan. Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 18 Desember 2008
Ketika Bahan Bakar Minyak (BBM) dinaikkan oleh pemerintah, sektor transportasi publik melakukan kenaikan tarif angkutan. Kadang-kadang, kenaikan ongkos yang harus ditanggung penumpang sangat tidak wajar. Pengalaman lapangan saya sebagai pengguna angkutan kota, bus, dan juga ojek, ketidakwajaran kenaikkan itu bisa dilihat pada fakta berikut:
Jika pemerintah menaikkan BBM sebesar 30 persen (kasus dari Rp. 4.500 ke Rp. 6.000, misalnya), angkutan ini juga menaikkan rata-rata di atas 15 persen. Sebagai contoh, angkot yang selalu menjadi langgan saya jurusan Ciputat-Parung. Dari Rp. 4.000 rupiah, kemudian naik menjadi Rp. 5.500 rupiah. Begitu juga dengan ongkos Bus dari Parung ke Koramil dari Rp. 3.000 menjadi Rp. 4.000.
Baca entri selengkapnya »
Posted by: hermansahtantan on: 15 Desember 2008
Jika saja anjuran Ketua MPR diikuti oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa HARAM bagi mereka yang berniat golput, berarti MUI semakin lama semakin sekuler. Lembaga ini memang bukan lembaga agama. Jadi jika MUI makin sekuler, ya biasa saja. Saya berani berdebat jika ada orang yang berpandangan bahwa MUI lembaga agama. Sehingga karena bukan lembaga agama, sebenarnya sah saja MUI jika kemudian mengeluarkan fatwa-fatwa ‘aneh’ yang sangat duniawi.
Baca entri selengkapnya »
Komentar Terakhir