membelah pagi mengurai langit

Archive for the ‘Penglihatan’ Category

Makar Daerah

Posted by: hermansahtantan on: 9 Januari 2009

Kegeraman Presiden SBY atas sikap para pemimpin daerah yang menolak Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat bisa dimaklumi. Sebab hal tersebut dipastikan akan mengganggu berbagai kepentingan nasional yang justru pro rakyat. Terlebih lagi secara substansi, PNM jauh lebih baik daripada program pro rakyat sebelumnya, yang lebih berbentuk charity ketimbang empowerment.
Terlebih lagi jika melihat bahwa alasan dari penolakan [...]

Fatwa Haram dan Sekulerisasi MUI

Posted by: hermansahtantan on: 15 Desember 2008

Jika saja anjuran Ketua MPR diikuti oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengeluarkan fatwa HARAM bagi mereka yang berniat golput, berarti MUI semakin lama semakin sekuler. Lembaga ini memang bukan lembaga agama. Jadi jika MUI makin sekuler, ya biasa saja. Saya berani berdebat jika ada orang yang berpandangan bahwa MUI lembaga agama. Sehingga karena bukan [...]

TEKAD REALISASI ANGGARAN PENDIDIKAN 20 PERSEN: TANTANGAN DAN PENANGANAN

Posted by: hermansahtantan on: 4 Desember 2008

Pendahuluan
Pendidikan adalah salah satu instrumen penting membangun kualitas bangsa. Sesederhana apapun, pendidikan akan memiliki manfaat sangat besar bagi bangsa. Ia adalah ruh yang memberikan nafas keberartian, sedemikian sehingga tidak ada sebuah bangsa—dalam bentangan kertas sejarah manapun—yang mampu melesatkan dirinya tanpa melakukan satu proses transformatif dalam persoalan pengetahuan dan sistem pendidikan.

KASUS BI: Akhirnya Tangan Tuhan Menghukum Mereka

Posted by: hermansahtantan on: 28 November 2008

I
Salah satu aporisme hukum besi kapitalisme adanya adanya Tangan Tuhan yang tidak terlihat (invisible hand) dalam proses pengelolaan kesejahteraan manusia. Begitu kira-kira Adam Smith menemukan spiritualitas dari nilai-nilai kapitalisme dalam magnum opusnya “the wealth of nation ”.
Namun sayangnya, beberapa di antara kita menganggap bahwa Tuhan itu sebenarnya sesuatu yang berpusat pada diri manusia sendiri. Sehingga, [...]

Dengan sponsor Lembaga Penelitian UIN Syarif Hidayatullah, saya melakukan penelitian industri kecil yang keberadaannya sejak awal memang mengelola limbah sisa. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa sektor industri kecil yang bergantung pada moda usaha besar, ternyata sangat rentan ‘hancur’ jika ternyata patronnya juga tumbang. Belum lagi masalah moral hazart yang mendera para pelaku usaha di [...]

INVESTASI SEBAGAI KERJA BUDAYA

Posted by: hermansahtantan on: 17 November 2008

Pendahuluan
Bagaimanapun, keyakinan para perencana pembangunan untuk menempatkan investasi sebagai aspek utama yang mampu mendorong perekonomian, patut diapresiasi. Akan tetapi tidak cukup sampai di sana, proses investasi harus diberikan pemahaman yang lebih dari sekedar memberikan kenyamanan bagi para pelakunya. Sehingga ketika pemerintah membuat event-event yang mampu mengundang para investor itu ke sini, rakyat akan benar-benar [...]

membincangkan Indonesia Pasca SBY [2]

Posted by: hermansahtantan on: 13 November 2008

Menyongsong 2014
Dalam situasi politik kepartaian yang oligharkis dan paternalistik seperti yang saat ini banyak kita jumpai, maka mempertaruhkan politik tahun 2014 bisa dalam genggaman kaum muda misalnya, masih dirasakan terlalu berat. Karena itu, jika tidak segera berbenah, bukan mustahil partai-partai besar yang saat ini sedang menikmati kekuasaan akan segera dilibas oleh partai-partai baru yang saat [...]

Jejak Ekonomi Syariah dalam Lembaran Budaya Indonesia

Posted by: hermansahtantan on: 10 November 2008

Pengantar
Krisis global di Amerika Serikat yang dipicu oleh ketidakjujuran pelakunya bahkan atas sistem yang mereka yakini sendiri, telah menyebabkan negara adidaya tersebut kelimpungan. Banyak para pakar yang membuat sistesis baru mengenai sistem yang inhern di dalamnya nilai-nilai kebaikan. Mungkinkan ekonomi syariah bisa menjadi alternatif? Tulisan berikut mencoba menelusuri jejak mengenai sistem itu, jika kemudian diyakini [...]

Evaluasi Kritis Otonomi Daerah

Posted by: hermansahtantan on: 10 November 2008

Agaknya, permintaan yang diajukan oleh Presiden dalam pidato di hadapan Dewan Perwakilan Daerah pada tanggal 23 Agustus 2007 lalu tidak membuat anggota Dewan berpikir untuk mengkaji lebih cermat mengenai fenomena pemekaran daerah. Bahkan seperti mau bersebrangan dengan pandangan Presiden, anggota dewan justru semakin agresif menandatangani pemekaran daerah ini.

Pemilu Raya dan Demokrasi Hemat

Posted by: hermansahtantan on: 10 November 2008

Pemilu meski penting, jika bisa diefisiensikan mengapa pilih pemilu boros!