<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>membelah pagi mengurai langit</title>
	<atom:link href="http://jendelaterbuka.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jendelaterbuka.wordpress.com</link>
	<description>Jiwa pembelajar untuk pembebasan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 12:40:03 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jendelaterbuka.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ce8531a8840203f390fa7569de1bd5ef?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>membelah pagi mengurai langit</title>
		<link>http://jendelaterbuka.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jendelaterbuka.wordpress.com/osd.xml" title="membelah pagi mengurai langit" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menggagas Gerakan Satu Orang Satu Komunitas (One Man One Community)</title>
		<link>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/19/menggagas-gerakan-satu-orang-satu-komunitas-one-man-one-community/</link>
		<comments>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/19/menggagas-gerakan-satu-orang-satu-komunitas-one-man-one-community/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 12:40:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantan hermansah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jendelaterbuka.wordpress.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Dasar Pemikiran Krisis, kehancuran nilai, chaos, peluruhan rasa kebangsaan, dan berbagai problem sosial yang terjadi di masyarakat saat ini merupakan gejala sosiologis, antropologis, psikologis, dan politis yang harus disikapi dengan kewaspadaan. Membebankan seluruh penyelesaian problem tersebut kepada Negara juga sangat susah. Negara saat ini sudah dibebani banyak persoalan akut yang tidak kunjung selesai: korupsi yang &#8230; <span class="more-link"><a href="http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/19/menggagas-gerakan-satu-orang-satu-komunitas-one-man-one-community/">Continue reading &#187;</a></span><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jendelaterbuka.wordpress.com&amp;blog=5424681&amp;post=379&amp;subd=jendelaterbuka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><span style="font-size:11pt;">Dasar Pemikiran<br />
</span></h1>
<p>Krisis, kehancuran nilai, chaos, peluruhan rasa kebangsaan, dan berbagai problem sosial yang terjadi di masyarakat saat ini merupakan gejala sosiologis, antropologis, psikologis, dan politis yang harus disikapi dengan kewaspadaan. Membebankan seluruh penyelesaian problem tersebut kepada Negara juga sangat susah. Negara saat ini sudah dibebani banyak persoalan akut yang tidak kunjung selesai: korupsi yang melekat pada sistem birorasi dan aparat penegak hukum, aparat birokrasi yang tidak (kunjung) professional, penataan system demokrasi yang semakin berkualitas, dan sebagainya, adalah beban Negara yang mendesak dilaksanakan.
</p>
<p>Berangkat dari fakta-fakta di atas, maka perlu dibangun satu gerakan baru yang berbasis masyarakat. Satu gerakan yang tumbuh, melekat dan mengakar di masyarakat. Gerakan yang seluruhnya merupakan aplikasi dan implementasi dari kehendak masyarakat menjadi komunitas lebih baik.
</p>
<h1><span style="font-size:11pt;">Maksud dan Tujuan<br />
</span></h1>
<p>Maksud dan tujuan dari gerakan ini adalah:
</p>
<ol>
<li>Membangun satu gerakan sosial yang ditumbuhkan dari, oleh, dan untuk masyarakat;
</li>
<li>Gerakan ini untuk menghidupkan kembali satu kapasitas baru dalam masyarakat, yakni satu energi kepedulian terhadap sesama, orang terdekat di lingkungannya, dengan kekuatan semampu yang dia bisa;
</li>
<li>Dalam lingkup yang lebih besar, gerakan ini dimaksudkan untuk membantu Negara menyelesaikan beberapa persoalan yang kerap terjadi pada masyarakat dengan kapasitas masyarakat itu sendiri.
</li>
</ol>
<h1><span style="font-size:11pt;">Nama Kegiatan<br />
</span></h1>
<p>Kegiatan ini diberi nama: <em>One Man One Community</em> (OMOC) atau Satu Orang Satu Komunitas.
</p>
<h1><span style="font-size:11pt;">Sistem Gerakan<br />
</span></h1>
<p>Gerakan ini dibangun melalui dua agenda:
</p>
<ol>
<li>
<div style="text-align:center;">Agenda Peningkatan dan Pengayaan Kapasitas
</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:center;">Agenda Praksis dan Implementasi</div>
</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/uncategorized/'>Uncategorized</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jendelaterbuka.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jendelaterbuka.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jendelaterbuka.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jendelaterbuka.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jendelaterbuka.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jendelaterbuka.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jendelaterbuka.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jendelaterbuka.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jendelaterbuka.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jendelaterbuka.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jendelaterbuka.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jendelaterbuka.wordpress.com/379/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jendelaterbuka.wordpress.com/379/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jendelaterbuka.wordpress.com/379/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jendelaterbuka.wordpress.com&amp;blog=5424681&amp;post=379&amp;subd=jendelaterbuka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/19/menggagas-gerakan-satu-orang-satu-komunitas-one-man-one-community/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5a958cda2de4ec59f094d685cda6943?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">tantan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rasanya, Memang Ada yang Tidak Beres dengan Anggota DPR Kita</title>
		<link>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/16/rasanya-memang-ada-yang-tidak-beres-dengan-anggota-dpr-kita/</link>
		<comments>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/16/rasanya-memang-ada-yang-tidak-beres-dengan-anggota-dpr-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 20:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantan hermansah</dc:creator>
				<category><![CDATA[pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penglihatan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jendelaterbuka.wordpress.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[(tribunnews.com) Rasanya memang benar ada yang tidak beres dengan anggota DPR kita ini. Tempo hari bilang gedung DPR tempat mereka kerja miring 7 derajat, oleh karena itu harus dibangun gedung yang baru dengan biaya sampai Rp 1,6 triliun. Tetapi ternyata gedung tersebut terbukti tidak miring. Jadi, kemungkinan besar otak merekalah yang miring. Kemudian mengalokasi dana &#8230; <span class="more-link"><a href="http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/16/rasanya-memang-ada-yang-tidak-beres-dengan-anggota-dpr-kita/">Continue reading &#187;</a></span><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jendelaterbuka.wordpress.com&amp;blog=5424681&amp;post=377&amp;subd=jendelaterbuka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://jendelaterbuka.files.wordpress.com/2012/01/011612_2007_rasanyamema1.png?w=580" alt="" /><span style="font-family:Times New Roman;"><br />
		</span></p>
<p><img src="http://jendelaterbuka.files.wordpress.com/2012/01/011612_2007_rasanyamema2.jpg?w=580" alt="" /><span style="font-family:Times New Roman;"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">(tribunnews.com)<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Rasanya memang benar ada yang tidak beres dengan anggota DPR kita ini.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Tempo hari bilang gedung DPR tempat mereka kerja miring 7 derajat, oleh karena itu harus dibangun gedung yang baru dengan biaya sampai Rp 1,6 triliun. Tetapi ternyata gedung tersebut terbukti tidak miring. Jadi, kemungkinan besar otak merekalah yang miring.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Kemudian mengalokasi dana sebesar Rp 4 miliar hanya untuk membeli mesin absensi sidik jari. Dengan alasan supaya anggota DPR itu bisa lebih disiplin dan lebih rajin ikut rapat. Padahal mereka itu &#8216;kan bukan sekumpulan balita yang untuk disiplin saja harus dipaksa dengan sebuah mesin.  Apalagi dengan harga sampai Rp 4 miliar itu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Sekarang ini, mungkin karena belum juga diobati, tingkat ketidakberesan otak mereka menjadi semakin parah, dengan dalam tempo relatif singkat mengadakan tiga renovasi sekaligus dalam waktu yang berdekatan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Pertama, renovasi toilet di gedung DPR dengan biaya Rp 2 miliar. Meskipun yang direnovasi jumlah totalnya ada 200-an toilet, tetapi menurut pengamatan wartawan, sebagian besar darinya masih berfungsi baik. Alias sebenarnya tidak perlu direnovasi. Kalau pun semuanya harus direnovasi, berarti untuk setiap toilet biaya renovasinya saja bisa mencapai Rp 10 juta?!<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan demikian, apa yang dibuang di toilet itu, bisa menjadi kalah busuk dengan pemikiran merenovasi toilet saja dengan biaya sekian besar itu.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Kedua, renovasi tempat parkir motor dengan biaya sebesar Rp 3 miliar. Diperkirakan akan menjadi tempat parkir motor termahal di dunia.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Ketiga, merupakan tingkat tertinggi untuk saat ini ketidakwarasan itu, yakni  renovasi ruang rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR yang luasnya sekitar 10 m x 10 m, dengan biaya sebesar  Rp 20 miliar, tepatnya Rp. 20.370.893.000.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Kenapa bisa semahal itu?<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Antara lain karena, kursi-kursi saja diimpor dari Jerman. Kursi dengan desain utama berwarna putih itu didesain oleh Vitra Company, sebuah perusahaan desain perabot terkemuka dari Jerman.<br />Pintu ruang rapatnya diganti dengan kayu jati tebal dan kedap suara. Mungkin maksudnya supaya kalau sedang rapat jual-beli anggarannya bisa lebih terjamin kerahasiaannya. Mengingat, terjadinya beberapa kebocoran yang terjadi akhir-akhir ini. Sampai-sampai membuat mereka harus adu urat dengan KPK.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Semua(rencana) pembangunan dan renovasi dengan anggaran yang sedemikian besar itu tidak perlu sampai terjadi, apabila renovasi yang dilakukan itu benar-benar tepat sasaran. Yakni, seharusnya yang direnovasi itu adalah justru manusia-manusianya. Bukan gedungnya, bukan toiletnya, bukan tempat parkirnya, dan bukan pula ruang rapat Banggar-nya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Sebab manusia-manusia yang kerap disebut sebagai &#8220;anggota dewan yang terhormat&#8221; itu banyak yang kalau bukan tingkat kewarasannya diragukan, maka besar kemungkinan adalah segerombolan garong yang sedang menyamar sebagai anggota dewan.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Dengan biaya renovasi toiletnya saja sampai Rp 2 miliar, renovasi tempat parkir motor saja Rp 3 miliar, dan renovasi ruang rapat Banggar sebesar Rp 20 miliar, — kursinya saja didisain dan diimpor khusus dari Jerman –, apakah kita bisa bayangkan, seandainya &#8220;mobnas&#8221; Kiat Esemka benar-benar jadi diproduksi massal setelah lolos berbagai syarat, para anggota DPR itu mau mengganti mobil dinasnya itu dengan Kiat Esemka yang konon harganya bisa di bawah Rp 100 juta itu? ***<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;">Referensi:<br />http://berita.liputan6.com/read/370594/renovasi-toilet-dpr-habiskan-miliaran-rupiah<br />http://politik.vivanews.com/news/read/277229-dana-rp3-m-untuk-renovasi-parkir-motor-dpr<br />http://www.tribunnews.com/2012/01/12/melongok-renovasi-ruang-banggar-pintu-jati-yang-kedap-suara<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">Tulisan diambil dari:<br />
</span></p>
<p><a href="http://politik.kompasiana.com/2012/01/14/rasanya-memang-ada-yang-tidak-beres-dengan-anggota-dpr-kita/"><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">http://politik.kompasiana.com/2012/01/14/rasanya-memang-ada-yang-tidak-beres-dengan-anggota-dpr-kita/</span></a><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;"><br />
		</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">Komentar saya (menambahi).<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Times New Roman;font-size:10pt;">Semoga Anggota DPR pembohong itu BURUT!</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/pandangan/'>pandangan</a>, <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/penglihatan/'>Penglihatan</a>, <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/politik/'>politik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jendelaterbuka.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jendelaterbuka.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jendelaterbuka.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jendelaterbuka.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jendelaterbuka.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jendelaterbuka.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jendelaterbuka.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jendelaterbuka.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jendelaterbuka.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jendelaterbuka.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jendelaterbuka.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jendelaterbuka.wordpress.com/377/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jendelaterbuka.wordpress.com/377/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jendelaterbuka.wordpress.com/377/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jendelaterbuka.wordpress.com&amp;blog=5424681&amp;post=377&amp;subd=jendelaterbuka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/16/rasanya-memang-ada-yang-tidak-beres-dengan-anggota-dpr-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5a958cda2de4ec59f094d685cda6943?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">tantan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jendelaterbuka.files.wordpress.com/2012/01/011612_2007_rasanyamema1.png" medium="image" />

		<media:content url="http://jendelaterbuka.files.wordpress.com/2012/01/011612_2007_rasanyamema2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Badai Politik Partai Demokrat</title>
		<link>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/11/badai-politik-partai-demokrat/</link>
		<comments>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/11/badai-politik-partai-demokrat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 13:07:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantan hermansah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kini]]></category>
		<category><![CDATA[pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jendelaterbuka.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[  Bagi lawan politiknya, apa yang menerpa demokrat saat ini bisa jadi merupakan keuntungan tersendiri. Terlebih, terhitung sejak tahun 2011 ini, semua partai yang menjadi kontestan Pemilu 2012 harus mampu memikat konstituen agar bisa mendapatkan kekuasaan. Akan tetapi, bagi penulis, badai politik yang tengah merundung Demokrat ini justru merupakan keharusan. Bahkan ia muncul sudah menjadi &#8230; <span class="more-link"><a href="http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/11/badai-politik-partai-demokrat/">Continue reading &#187;</a></span><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jendelaterbuka.wordpress.com&amp;blog=5424681&amp;post=373&amp;subd=jendelaterbuka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img src="http://jendelaterbuka.files.wordpress.com/2012/01/011112_1307_badaipoliti1.png?w=580" alt="" /><span style="font-family:Candara;font-size:13pt;"><strong><br />
			</strong></span></p>
<p style="text-align:justify;">
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Bagi lawan politiknya, apa yang menerpa demokrat saat ini bisa jadi merupakan keuntungan tersendiri. Terlebih, terhitung sejak tahun 2011 ini, semua partai yang menjadi kontestan Pemilu 2012 harus mampu memikat konstituen agar bisa mendapatkan kekuasaan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Akan tetapi, bagi penulis, badai politik yang tengah merundung Demokrat ini justru merupakan keharusan. Bahkan ia muncul sudah menjadi kebutuhan politik sebuah partai untuk menunjukkan kekuatan ontologisnya di tengah pasar politik yang semakin ramai ini.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Mengapa? Hal ini didasarkan kepada beberapa alasan berikut: <em>pertama</em>, PD adalah partai yang tumbuh dari nol dan melakukan lompatan luar biasa secara politik. Maka wajar, ibarat buah hasil okulasi, genus PD tidak langsung menyentuh bumi. Ada sosok figur yang menjadi pohon utama sehingga partai ini eksis di belantara jagad politik Indonesia.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;"><em>Kedua</em>, PD tumbuh dan membesar yang terlalu cepat itu, menyebabkan dirinya seperti madu yang memancing banyak pihak untuk bergabung membesarkannya. Namun di dalam tubuhnya sendiri, sistem imunitas yang mampu menyaring virus masuk belum terbangun sepenuhnya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;"><em>Ketiga</em>, PD adalah partai yang lahir sebagai antitesis dari partai yang sudah ada sebelum dan bahkan sesudahnya&#8211;setidaknya sampai saat ini. PD tidak seperti PKS, PKB, atau PAN yang mengandalkan basis tradisional. Sehingga ia bisa diisi, dimasuki, dan dimiliki oleh siapa saja. PD juga tidak seperti PPP, Golkar atau PDIP yang sudah memiliki karakter tersendiri dalam kultur politik di Indonesia.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Dengan segala kelebihannya tersebut, agar partai ini bisa terus eksis dan tidak lagi mengandalkan pokok batang utama sebagai sandaran, partai ini harus diuji. Jadi badai yang saat ini sedang mendera seluruh organ partai adalah proses untuk menjadi pohon besar dengan jati diri yang penuh keutamaan.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Hanya ujian yang mampu menjadikan seseorang, terlebih institusi seperti partai, yang bisa membuat mereka mengakar, membesar dan berarti. Ujian harus dijadikan momentum menemukan titik keseimbangan baru bagi seluruh urat nadi organisasi ini. Mungkin cara yang sederhana bagaimana melaluinya adalah dengan kembali ke fitrah partai, yakni Partai Demokrat.[]<br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Candara;font-size:14pt;"><strong>Ujian dan Kedewasaan Politik<br />
</strong></span></p>
<p style="text-align:center;">
 </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Ibarat sebuah pepatah. Tidak ada ujian, ya tidak naik kelas! Begitu saya memaknai apa yang tengah terjadi pada Partai Demokrat ini. Justru saya akan cemas sekali jika partai yang pertumbuhannya sangat cepat ini tidak didera badai ujian. Mengapa? Seperti pepatah tadi, tidak ada ujian, berarti tidak bisa naik kelas! Jika tidak naik kelas, maka berarti partai ini bisa dikatakan gagal.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Pentingnya ujian politk bagi PD, demikian Partai ini disingkat, bisa dilihat pada beberapa perspektif: <em>Pertama</em>, PD merupakan partai paling menggoda beberapa tahun belakangan ini. Sejumlah tokoh masyarakat, aademisi, aktivis, dll. bergabung menjadi kader. Sehingga berbondong-bondongnya kader baru ini menyebabkan partai mengalami obesitas karena tidak seimbangnya antara tinggi dan lebarnya tubuh partai.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Kedua, PD belum memiliki sistem kekebalan tubuh permanen yang bisa menyaring virus dan bakteri yang masuk. Alhasil tidak semua kader yang masuk adalah kader yang baik. Bisa jadi beberapa adalah virus jahat.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Ketiga, jika tidak diuji, maka tidak akan muncul loyalitas kader tersebut. Bahkan bisa jadi yang muncul adalah kepongahan karena berbagai keajaiban yang selama ini didapatkannya.<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Keempat, selama ini kontribusi seorang figur demikian dominan dalam sistem internal PD. Padahal mendewakan figur adalah bunuh diri yang secara historis telah terbukti. Dengan ujian ini, maka seluruh kader bisa belajar bersama bahwa mengandalkan seseorang itu dalam sebuah lembaga besar merupakan sebuah ketidakpatutan berorganisasi.<br />
</span></p>
<p style="text-align:center;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">***<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Jadi saya yakin bahwa badai pasti berlalu dari Partai Demokrat selama partai ini dalam menghadapi badai yang kini tengah mendera itu, mengambil langkah-langkah berikut:<br />
</span></p>
<ol style="margin-left:63pt;">
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Melakukan evaluasi kritis atas kultur yang terjadi dalam manajemen kepartaian selama ini. Dengan melakukan evaluasi ini maka bisa ditelusuri apa yang menjadi akar masalahnya. Sebab tidak ada masalah yang muncul dari ruang hampa. Semua pasti ada asal usulnya.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;"> Melakukan refleksi diri terutama dengan mengembalikan fitrah kepartaian. Sebab bisa jadi apa yang terjadi merupakan buah dari ketidakpatuhan kita atas khittah dan nilai-nilai yang selama ini digariskan.<br />
</span></div>
</li>
<li>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;"> Melakukan telaah ulang atas kaderisasi yang belakangan ini dilakukan. Sebab bisa jadi apa yang muncul ini bukan dari kultur yang ingin dikristalisasikan partai, tetapi merupakan virus bawaan kader yang seharusnya dulu, sebelum masuk dan bergabung, alfa untuk dibersihkan.<br />
</span></div>
</li>
</ol>
<p><span style="font-family:Candara;font-size:12pt;">Jika ketiga hal ini bisa dilakukan, maka tahun 2013 dan 2014, partai ini akan tampil menjadi institusi yang semakin matang, dewasa, dan tentu saja tahan banting menghadapi pertempuran.</span></p>
<br />Filed under: <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/kini/'>Kini</a>, <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/pandangan/'>pandangan</a>, <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/politik/'>politik</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jendelaterbuka.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jendelaterbuka.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jendelaterbuka.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jendelaterbuka.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jendelaterbuka.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jendelaterbuka.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jendelaterbuka.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jendelaterbuka.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jendelaterbuka.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jendelaterbuka.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jendelaterbuka.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jendelaterbuka.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jendelaterbuka.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jendelaterbuka.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jendelaterbuka.wordpress.com&amp;blog=5424681&amp;post=373&amp;subd=jendelaterbuka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/11/badai-politik-partai-demokrat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5a958cda2de4ec59f094d685cda6943?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">tantan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jendelaterbuka.files.wordpress.com/2012/01/011112_1307_badaipoliti1.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Memelihara Warisan Budaya Sejak Dini</title>
		<link>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/09/memelihara-warisan-budaya-sejak-dini/</link>
		<comments>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/09/memelihara-warisan-budaya-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 02:38:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>tantan hermansah</dc:creator>
				<category><![CDATA[pandangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penglihatan]]></category>
		<category><![CDATA[Urbanism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jendelaterbuka.wordpress.com/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang dilakukan oleh banyak lembaga pendidikan jika hari Kartini tiba? Kebanyakan anak-anak sekolah berdandan (lebih tepatnya didandani) kebaya atau pakaian adat lainnya. Satu hal yang sangat positif, karena di dalamnya terkandung makna yang dalam—yang bukan sekedar menampilkan budaya saja. Tidak sekedar berbusana daerah Pada sekolah kelas Play Group dan Taman Kanak-kanak yang kami kelola, &#8230; <span class="more-link"><a href="http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/09/memelihara-warisan-budaya-sejak-dini/">Continue reading &#187;</a></span><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jendelaterbuka.wordpress.com&amp;blog=5424681&amp;post=369&amp;subd=jendelaterbuka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Apa yang dilakukan oleh banyak lembaga pendidikan jika hari Kartini tiba? Kebanyakan anak-anak sekolah berdandan (lebih tepatnya didandani) kebaya atau pakaian adat lainnya. Satu hal yang sangat positif, karena di dalamnya terkandung makna yang dalam—yang bukan sekedar menampilkan budaya saja.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;"><strong>Tidak sekedar berbusana daerah<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Pada sekolah kelas Play Group dan Taman Kanak-kanak yang kami kelola, proses pengenalan budaya dilakukan justru melalui proses internalisasi pengajaran. Di saat banyak sekolah selevel membawa anak-anak didiknya ke tempat jajanan <em>fast food, </em>kami justru mengajarkan mereka untuk mengenal khazanah budaya makanan tradisional yang sehat seperti kelopon, surabi, kue talang, roda-roda, kue pare, dan sebagainya. Secara luar biasa, anak didik kami menanggapinya dengan  sangat antusias. Terlebih lagi orang tuanya. Alasan mereka, &#8220;kalau ke tempat itu, kami juga sering&#8221;, katanya.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Tanpa mengurangi rasa hormat pada sekolah lain yang menggunakan metode yang tidak kami lakukan, tetapi sejatinya pendidikan itu harus didasarkan pada sebuah prinsip yang jika meminjam istilah seorang pendidik sejati Paulo Freire: &#8220;membebaskan&#8221;. Prinsip membebaskan ini dilihat pada upaya-upaya yang dilakukan di institusi tersebut, untuk memberikan kesadaran ekologis si anak didik. Misalnya di sekolah kami, dalam sesi kunjungan ke rumah teman (<em>home visit</em>), bukan hanya di mana rumah dan kamarnya saja yang ditanya, tetapi bahkan si anak didik diminta untuk menerangkan tempat-tempat mereka sembunyi, kabur, atau &#8220;jalan tikus&#8221;. Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bahwa ruang ekologis mereka sangat luas, apalagi jika mereka sudah besar.<em><br />
			</em></span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Mengapa pendidikan harus mengajarkan arti dan hakikat yang membebaskan, hal ini didasarkan pada beberapa alasan berikut: <em>Pertama, </em>karena anak didik adalah subyek, bukan obyek. Memosisikan subyek dan obyek dalam pendidikan membawa konsekwensi besar terutama pada system pendidikan, kurikulum, dan metode. Dengan model pendidikan selama ini, di mana guru adalah sentral pengajaran, melahirkan proses transformasi tindakan yang sulit maju.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Berbeda sekali dengan posisi anak didik yang diposisikan sebagai subyek. Jika mereka subyek dari pendidikan, maka mereka diberikan ruang-ruang ekspresi diri dan kemanusiaan mereka secara terbuka, terdialogkan, dan tentu saja membuka ruang dikritisi dan diperbaiki.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;"><em>Kedua, </em>karena anak didik adalah manusia, bukan robot yang terdiri dari partikularitas mesin. Sebuah mesin bisa dibuat sekehendak si pencipta, atau penguasanya. Sedangkan manusia, sudah dibekali Tuhan seperangkat software dan hardware yang lengkap. Sebagai guru tugasnya adalah melakukan proses aktivtasi saja. Ingat, aktivasi saja, bukan atau malah tidak perlu menginstal program baru. Cukup menemukan program yang ada di dalamnya, kemudian aktivasi agar soft ware itu tidak diam saja sehingga tidak bermanfaat.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Menjadikan cara pandang sebagai manusia ini karena berangkat dari kesadaran kita sendiri, hanya manusialah yang memiliki domain kebudayaan atau berbudaya. Sedangkan kebudayaan sendiri adalah daya, kekuatan, dan kebebasan untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Lalu, bagaimana bisa memosisikan manusia, sedangkan sistem pendidikannya sendiri represif?<em><br />
			</em></span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;"><strong>Kembali kepada Kekuatan Budaya<br />
</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Melalui gambaran kecil di atas, maka menjadi sangat terang bahwa misi utama pendidikan sejatinya harus membangun semangat yang memberikan ruang kebebasan utama bagi seluruh stakeholdernya. Dari sini, maka proses akan menjadi enak ketika akhirnya kita harus mengintegrasikan diri secara global.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Identitas budaya yang ditanamkan sejak dini di sekolah bahkan selevel PG-dan TK akan menjadi sebuah investasi masa depan yang bisa menjadi pilihan untuk mencapai kecemerlangan. Dalam konteks demikian, sudah saatnya system pendidikan diarahkan secara focus kepada penciptaan dan kristalisasi semangat kebudayaan dan memelihara budaya kita.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Sebelum menutup tulisan ini, penulis kutipkan sedikit pidato Kepala Sekolah yang kami kelola itu, bahwa di antara tekad untuk memelihara peninggalan nenek moyang, adalah sebagai penanaman semangat patriotism agar budaya itu digengam erat, sebelum dicuri oleh bangsa lain.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;">Lalu, apakah pendidikan kita selama ini tidak &#8216;berbudaya&#8217;? Mungkin tetap berbudaya juga, namun budaya kapitalisme global yang menjadi segala bentuk aktivitas komunikasi dan sosiologi ummat manusia saat ini, hanya sekadar pajangan. Budaya hanya ditampilkan pada hari Kartini saja, tanpa diserap apa semangatnya. Padahal budaya adalah semangat untuk belajar, tanpa harus toleran pada ruang dan waktu.<br />
</span></p>
<p>
 </p>
<p><span style="font-family:Book Antiqua;font-size:12pt;"><br />
		</span> </p>
<br />Filed under: <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/pandangan/'>pandangan</a>, <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/penglihatan/'>Penglihatan</a>, <a href='http://jendelaterbuka.wordpress.com/category/urbanism/'>Urbanism</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jendelaterbuka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jendelaterbuka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jendelaterbuka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jendelaterbuka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jendelaterbuka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jendelaterbuka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jendelaterbuka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jendelaterbuka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jendelaterbuka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jendelaterbuka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jendelaterbuka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jendelaterbuka.wordpress.com/369/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jendelaterbuka.wordpress.com/369/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jendelaterbuka.wordpress.com/369/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jendelaterbuka.wordpress.com&amp;blog=5424681&amp;post=369&amp;subd=jendelaterbuka&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jendelaterbuka.wordpress.com/2012/01/09/memelihara-warisan-budaya-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5a958cda2de4ec59f094d685cda6943?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F0.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">tantan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
