“bang bing bung yooo/ kita nabung/

Tang ting tung yooo/ jangan dihitung….

Tau…tau kita nanti dapat untung….”

 

Sebagaimana banyak lagu anak-anak, kadang-kadang ada ajakan yang tidak bersambungan dengan kenyataan. Salah satunya ajakan menabung itu. Sebab benarkah menabung membuat kita untung?

kira2 menabung seperti ini

Dua Tipologi

Secara konvensional menabung menggunakan dua model. Pertama, menabung dengan cara menyimpan uang di celengan, bawah kasur, lemari pakaian dan sebagainya. Model seperti ini sangat lazim di jaman dulu (mungkin sedikit masih ada yang melakukannya sampai sekarang).

Kelebihan menabung dengan menggunakan model ini adalah sang penabung akan selalu memiliki cash money yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu metode ini juga efektif menekan hilang duit dicuri dari rekening, bebas biaya administrasi yang dalam jumlah tertentu sangat besar. Sedangkan kelemahannya menabung dengan cara demikian beresiko jika ada musibah fisik seperti kebakaran, kebanjiran, atau inflasi tinggi sehingga nilai uang kita jadi lebih rendah kemanfaatannya.

Kedua, model menabung di Bank. Bank yang saat ini gencar mengiklankan hadiah memang telah memancing banyak pihak untuk menyimpan uangnya di Bank. Kelebihan menabung di Bank antara lain penabung akan merasa uang yang dimilikinya aman dari resiko-resiko fisik seperti kebakaran dan kebanjiran. Selain itu, karena uang tersebut bersifat cash, jika sewaktu-waktu dibutuhkan bisa ditarik dengan mudah.

Namun kekurangannya antara lain adalah: hamper seluruh perilaku transaksi akan dikenakan biaya tinggi.  Ketika kita mentransfer ke bank lain, membayar-bayar tagihan, dan bahkan ketika uang kita didiamkan saja pun, ada potongan biaya administrasi, yang jika nominalnya kecil, alih-alih bertambah, yang ada justru semakin berkurang karena potongan tanpa henti itu.

Fakta Empiris

Dalam konteks yang lebih besar, sebenarnya mekanisme menabung adalah bentuk lain dari subsidi orang kecil (buruh pabrik, pegawai negeri, pegawai BUMN, Tentara Nasional, dan lembaga lain yang mengandalkan proses pemberian gajinya melalui bank) kepada orang yang lebih berada dan kaya.

Mari kita perhatikan fakta-fakta sederhana berikut:

  1. Penabung hanya dijanjikan akan mendapatkan bunga rata-rata 1,5 persen sampai 3 persen  pertahun. Asumsinya, jika dia mengalokasikan tabungan sebesar satu juta rupiah perbulan, dan konsisten dengan jumlah itu terus sampai akhirnya tahun, maka dalam setahun secara nominal ia akan mendapatkan tambahan sebesar Rp. 111,634.04 , dengan asumsi suku bunga tetap 3 persen dan potongan administrasi Rp. 7.000 perbulan. Lalu bagaimana jika si penabung hanya menyisakan Rp. 250.000 saja, sebab Rp. 750.000 ditarik untuk kebutuhan sehari-hari, jumlah sisa yang ditabung itu pasti selalu nombok karena biaya administrasi bank bersifat konstan.