Saat ini, dengan kecanggihan teknologi, menyadap, mengambil gambar diam-diam, dan sebagainya bisa dilakukan tidak hanya oleh aparat seperti KPK. Salah satunya adalah para jurnalis.

Untuk mengetahuinya, saya mengajukan kepada rekan-rekan milis yang anggotanya banyak sekali jurnalis. Berikut pertanyaannya:

“Bung FG, Kang Ging, atau Mas Ade, juga Bu Sirikit, Satria, Item, dan semuanya,
Saya ada pertanyaan. Mohon maaf jika pernah dibahas. Tapi ini betul2 ingin tahu.
Dalam sebuah tayangan (sebagai contoh kasus), TV1 menggunakan kamera tersembunyi untuk meliput pernyataan/ amanat dari Imam Samudra.
Pertanyaan saya, apakah hasil kamera tersembunyi boleh dipublikasikan ke khalayak, atau apakah hal itu masih bisa disebut sebagai kategori produk jurnalistik?
Apalagi jika, misalnya, keluarga tidak menghendaki adanya pengambilan gambar. Jika jawabannya boleh. Wah, menurut saya mengerikan sekali, sebab atas nama jurnalisme dan kebebasan pers, tidak ada lagi hak privasi bagi seseorang.”

Pertanyaan di atas memang muncul ketika melihat TV1 menayangkan amanat Imam Samudra yang dibacakan di hadapan keluarganya.

Kepada para jurnalis, saya mohon pencerahannya.
Salam

Tantan