Dalam sebuah diskusi tentang jumlah orang kaya di Indonesia di sebuah TV, Renald Kasali mengemukakan alasan mengapa fenomena jurang yang kaya dan yang miskin di Indonesia saat ini. Jawaban sangat menarik dari Renald Kasali karena menghubungkan mengenai pentingnya pendidikan sejak TK bagi warga negara di Indonesia. Karena tingkatan TK ini tidak disubsidi pemerintah, maka TK-TK yang bagus hanya bisa dijangkau oleh mereka yang berada saja. Sedangkan kelas bawah biasanya langsung masuk ke tingkatan Sekolah Dasar.


Mengapa tingkat 0 (nol) atau TK ini menjadi penting? Alasannya antara lain adalah pada usia ini, pembangunan karakter menjadi pondasi untuk tahap berikutnya. Sehingga, jika sejak awal kepercayaan diri sudah tumbuh dan berkembang, maka kapasitas untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi di masa mendatang menjadi bukan hal mustahil.

Sebagai pengelola dan pengajar di Taman Kanak-kanak, saya memiliki pengalaman tersendiri dalam upaya membangun karakter anak-anak didik ini. Kebetulan mata pelajaran yang saya ampu di KB-TK ini adalah farming.

Di kebun sekolah ini, anak-anak diajarkan mulai dari mengenali tanah, karakter tanah, sampai kepada beberapa jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun yang paling penting dalam proses pengajaran ini adalah mengubah mindset anak terhadap lingkungan dan visinya. Pertanyaan dan pernyataan lugu nan sederhana terlontar dari mulut kritis mereka. “Memangnya kita mau menjadi petani?” Atau “Saya kan mau jadi dokter, jadi mengapa harus kotor-kotoran?” dan sejumlah statemen cerdas lain yang saling susul menyusul sambil ribut.