Coba bayangkan jika dunia ini tanpa plastik. Repot memang. Tapi tahukah kita bahwa plastik memiliki karakter yang tidak mudah hancur, menimbulkan polusi, dan bahkan penyakit?

Dibutuhkan waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna”. Sebuah proses yang sangat panjang, namun sekaligus memberikan kerapuhan bagi dunia. Siapa yang sanggup bertahan hidup 1000 tahun?

Bahkan menurut sebuah data, diperkirakan bahwa 500 juta sampai 1 milyar kantong plastik dikonsumsi diseluruh dunia setiap tahunnya (id.shvoong.com). Berarti berapa banyak sampah yang kemudian mengotori dan membebani bumi ini setiap tahunnya.

Untuk itu, ada baiknya kita, entah siapapun dan di manapun, mulai mengambil peduli pada bumi. Terlalu berat beban bumi kita saat ini. So, jika bisa, kurangi atau jangan lagi ditambahi. Sayang bukan.


Plus minus Plastik

Memang jika dilihat dari sisi fungsi, ada kelebihan yang cukup banyak untuk plastik ini. Bahannya yang ringan, kuat, mudah dibentuk, adalah sejumlah kelebihan bahan plastik. Sedangkan kekurangannya, bahan plastik ada yang memancing tumbuhnya penyakit pada penggunanya—selain tentu saja susah diurai oleh bakteri.

Plastik juga disukai karena bahan ini cukup awet, bisa dipercantik sesuai pembuatnya, dan untuk plastic yang bagus tidak berkarat. Seperti kita tahu, bahan lain yang ramah lingkungan seperti kertas, misalnya, memang memiliki keunggulan seperti mudah diurai oleh bakteri bumi. Hanya sayangnya, kertas ini gak bisa dipakai dalam waktu yang lama.

Lalu bagaimana agar kita bisa mengurangi penggunaan plastik, tentu merupakan misi besar. Untuk itu, perlu edukasi yang tepat agar proses pengurangan sampah dan limbah plastik bisa dilakukan. Berikut beberapa saran yang mungkin bisa kita lakukan dalam mengurangi sampah plastik.

  1. Pendidikan dini

Sudah menjadi keyakinan banyak pihak bahwa pendidikan merupakan syarat penting dalam membentuk karakter masyarakat. Begitu juga jika kita ingin mengurangi penggunaan plastik. Maka dari itu, pendidikan dini, sejak masih pre-school, sangat penting. Misalnya dengan cara mengajarkan anak-anak didik penggunaan daun pisang atau kertas. Lalu dikenalkan juga untuk minuman mereka dengan mug dari stainlessteel, misalnya. Namun dari semua itu, yang paling penting adalah memberikan penjelasan tanpa henti, bahwa penggunaan berbagai alat atau bahan tersebut untuk menyelamatkan dunia. Mereka kadang mengerti, kok!

  1. Pemberdayaan

Jika pada level Pre-school dilakukan dengan pendidikan, maka untuk orang yang dewasa tidak cukup. Mereka juga harus diajak peduli pada bumi. Salah satunya adalah dengan memberikan pengertian yang terus menerus akan beban bumi. Pemberdayaan adalah upaya kritikal yang bisa kita lakukan. Sebab dalam prinsip pemberdayaan salah satunya adalah mengajak masyarakat merenung atau mengkaji ulang berbagai tindakan mereka yang sering membebani bumi. Katakan kepada mereka: bumi harus kita wariskan dengan beradab. Salah satunya, mengurangi beban. Jika setiap orang di bumi bisa mengurangi penggunaan sampah plastik rata-rata 1 Kg saja. Maka bisa dihitung, berapa ribu ton yang bisa kita kurangkan bagi bumi. Ini jumlah yang luar biasa dari sebuh tindakan senderhana!

  1. Tindakan

Masih kurang? Nah, jika ternyata masih membandel, ambil tindakan. Yaitu dengan cara menolak produk plastik. Susah? Atau minimal kurangi. Misalnya jika ke mall, minta jangan menggunakan kantong plastik tapi kertas. Jika memandel, katakana pada pelayannya, saya akan menulis di Koran bahwa Anda tidak peduli lingkungan! Biar tau rasa!

Kedit gambar: http://koran-jakarta.com/images/berita/71949.jpg

–bersambung—-