Dasar Pemikiran

Krisis, kehancuran nilai, chaos, peluruhan rasa kebangsaan, dan berbagai problem sosial yang terjadi di masyarakat saat ini merupakan gejala sosiologis, antropologis, psikologis, dan politis yang harus disikapi dengan kewaspadaan. Membebankan seluruh penyelesaian problem tersebut kepada Negara juga sangat susah. Negara saat ini sudah dibebani banyak persoalan akut yang tidak kunjung selesai: korupsi yang melekat pada sistem birorasi dan aparat penegak hukum, aparat birokrasi yang tidak (kunjung) professional, penataan system demokrasi yang semakin berkualitas, dan sebagainya, adalah beban Negara yang mendesak dilaksanakan.

Berangkat dari fakta-fakta di atas, maka perlu dibangun satu gerakan baru yang berbasis masyarakat. Satu gerakan yang tumbuh, melekat dan mengakar di masyarakat. Gerakan yang seluruhnya merupakan aplikasi dan implementasi dari kehendak masyarakat menjadi komunitas lebih baik.

Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari gerakan ini adalah:

  1. Membangun satu gerakan sosial yang ditumbuhkan dari, oleh, dan untuk masyarakat;
  2. Gerakan ini untuk menghidupkan kembali satu kapasitas baru dalam masyarakat, yakni satu energi kepedulian terhadap sesama, orang terdekat di lingkungannya, dengan kekuatan semampu yang dia bisa;
  3. Dalam lingkup yang lebih besar, gerakan ini dimaksudkan untuk membantu Negara menyelesaikan beberapa persoalan yang kerap terjadi pada masyarakat dengan kapasitas masyarakat itu sendiri.

Nama Kegiatan

Kegiatan ini diberi nama: One Man One Community (OMOC) atau Satu Orang Satu Komunitas.

Sistem Gerakan

Gerakan ini dibangun melalui dua agenda:

  1. Agenda Peningkatan dan Pengayaan Kapasitas
  2. Agenda Praksis dan Implementasi