Pengantar

Tulisan ini merupakan perluasan dari catatan ringan yang saya tulis untuk fesbuk. Diperluas dan diperbaiki seperlunya saja.

Dengan mematikan lampu/ listrik 1 jam saja, kita sudah menghemat banyak energi. Wah, saya mah sudah lama belajar berhemat energi. Bukan apa-apa. Sebab dengan menghemat energy, kita berlatih banyak hal, seperti: kedisiplinan, konsistensi, idealism, dan sebagainya. Tapi yang paling penting adalah melatih diri mengelola hidup agar tidak dikuasai oleh kehendak tubuh semata.

Ini adalah beberapa cara GAMPANG kita melakukan hemat energi di rumah dan kehidupan sehari-hari (saya sudah mempraktikkannya).

Energi

Saya memaknai energy setidaknya pada 3 hal: air, listrik, BBM. Ketiga jenis energy tersebut jika kita hemat, berdampak banyak: ekologi seperti lingkungan kita sehari-hari, sampai kepada duit yang kita keluarkan menjadi lebih irit. Harap dicatat, irit di sini bukan berarti pelit!

Tips Hemat Energi

Saya mulai menghemat energy jenis air. Air adalah energy yang kita butuhkan untuk kehidupan kita sehari-hari. Mari kita lihat, energy air saya butuhkan untuk: Mencuci pakaian, piring kotor, minum, dan sebagainya.

Dari penghematan energy air yang saya lakukan misalnya:

  1. Air bekas bilasan mesin cuci saya gunakan untuk menyikat kamar mandi, membersihkan teras, dan sebagainya. Jadi dengan air tersebut saya menghemat berliter-liter air kan?
  2. Mengendalikan penggunaan air PAM. Sehingga dengan melatih ini, saya bisa tahu harus berapa lama menyalakan air untuk mengisi torn.
  3. Termasuk hemat energy air, belilah botol air yang bagus. Jika mau bepergian, isilah dengan air dari rumah. Tidak perlu beli di jalanan, sebab akan menambah jumlah plastic dari botol yang kita beli tersebut.

Sedangkan untuk hemat energy listrik, saya melakukan beberapa hal berikut:

  1. Jangan terbiasa naik lif sendiri atau berdua. Kecuali memang banyak orang. Anda tahu, berapa besar energi listrik yang dibutuhkan setiap kali benda itu harus naik turun? Saya di kampus hampir tidak pernah lagi naik lif meski harus ke lt 7.
  2. Jikapun harus naik lif, coba pada rentang yang panjang. Misalnya dari ll 1 ke 5 dan seterusnya. Jika hanya 2 atau empat lantai, naik tangga saja.
  3. Di rumah, ganti instalasi listrik dengan kabel yang bagus. Agak mahal sih. Tapi pengalaman saya justru dengan kabel yang bagus itu, ternyata telah mereduksi kebutuhan listrik bulanan saya sampai 35%. Sebelum ganti kabel, saya membayar sangat mahal. Padahal belum punya AC dan PC. Begitu sudah diganti, dan kemudian rumah ditambah AC dan PC pembayaran listrik saya malah tetap lebih kecil dari pada sebelum diganti. Hemat banget, kan!
  4. Dalam instalasi listrik di di rumah, jangan dibuat beban bertingkat pada sebuah jalur kabel, terutama untuk alat-alat yang membutuhkan energi besar seperti mesin cuci, ac, kulkas, dispenser, dan penanak nasi serta sertika. lebih baik distribusinya dipecah, sehingga kabel tidak panas karena keberatan beban. Lebih baik banyak kabel, tetapi bebannya ringan ke kabel.
  5. Gunakan lampu hemat energy. Selain itu, saya tidak membuat listrik yang ketika saklar dinyalakan, 3 sampai 4 titik lampu menyala bersamaan. Sebab belum tentu kita membutuhkan itu semua kan? Lebih baik banyak saklar, sehingga kita bisa menyalakan lampu hanya pada titik yang kita butuhkan saja.
  6. Pilih alat-alat rumah tangga yang hemat listrik. Meski proses menuju titik puncaknya lebih lama, tetapi secara akumulatif kebutuhan akan energinya menjadi lebih sedikit.

Hemat Energi BBM

  1. Jika bepergian jarak pendek, tidak perlu menggunakan kendaraan bermotor. Cukup jalan kaki atau sepeda. Sebab itu boros energi. Sekalian olah raga bukan?
  2. Bijaklah dalam menggunakan BBM. Apalagi disubsidi.
  3. Meski mungkin secara keuangan kita tidak masalah, tetapi menghemat energi bukan masalah kemampuan finansial diri sendiri, tetapi masalah ummat jangka panjang. Ingat, energi bukan hanya untuk kita saja, tetapi juga merupakan hak generasi mendatang.

 

Salam

Tantan Hermansah