Pernah suatu ketika, dalam salah satu perjalanan pulang kuliah, saya mendapatkan bungkusan permen loly susu dari kawan saya. Saya menerimanya tanpa memikirkan untuk apakah permen tersebut nanti. Toh saya sendiri kurang suka permen loly.

Sampai ketika di bus yang saya naiki, ternyata saya bertemu dengan seorang ibu dengan anak kecil yang sedang digendongnya. Anak itu menangis, entah mungkin kepanasan atau apa.

Tanpa berpikir panjang, saya menyerahkan permen loly pemberian kawan saya itu kepada anak kecil tersebut. Anak tersebut diam, gembira, dan si ibu yang sudah terlihat agak panik sekarang gembira.

Mungkin situasi itu tidak bisa atau sulit kita lakukan saat ini. Banyaknya kejahatan diawali dengan kepura-puraan para penjahat tersebut kepada calon mangsa.

Meski demikian, kita tidak perlu kawatir, karena dengan hati ikhlas, perbuatan baik akan tetap baik.

Oleh karena itu tetaplah ikhlas jika kita kita akan melakukan kebaikan. Sebab, keikhlasan akan menjadi energi positif yang menghartarkan kita kepada persentuhan dengan semangat ingin mensahabati siapa saja yang kita temukan.